Dia akan Mati Ditawur Rakyatnya Sendiri! Akankah Prediksi Cak Nun Jadi kenyataan?
"Ingat pesen caknun,
Ttg ya'juz ma'juz dan China
Reungkan sendiri
Awas jangan salah pilih pemimpin,
"Kalo ada pemimpin yg mempersilahkan orang lain meng injak2 kepalamu, dia akan mati di tawur rakyatnya sendiri..." Tulis akun @yashadipura) pada November 20, 2018
Oleh Emha Ainun Najib (Cak Nun)
“Yang dilakukan China itu bukan seperti yang dilakukan oleh Jerman Timur atau Cheko. China gak milih kanan gak milih kiri, dia tunggangi kedua-duanya. Jadi, politiknya komunis tapi ekonominya kapitalis.”
“Yang pemerintah kita lakukan justru adalah memanggakan (mempersilahkan) China untuk memperbudak kita. Monggo sampean perbudak kulo…”
“Kublai Khan kalah oleh Raden Wijaya. Sekarang Kublai Khan dipersilahkan masuk. Kita gak kalah.. malah mempersilahkan masuk. Ini bukan urusan kehormatan lagi, tapi ini kehinaan yang tidak disadari sebagai kehinaan..”
“Kita gak nantang siapa-siapa. Cuman kita punya harga diri, kita punya muruah, kita punya martabat. Kita gak mau nginjak-nginjak siapapun. Tapi kita gak akan mungkin mau diinjak-injak siapapun.”
“Kalau ada Pemimpin yang mempersilahkan orang lain menginjak-injak kepalamu, dia akan mati ditawur (dikeroyok ramai-ramai) oleh rakyatnya sendiri !!!” (*)
Lihat video cak Nun berikut ini:
Jika melihat kondisi perpolitikan sekarang yang sedang terjadi, akankah prediksi Cak Nun ini akan menjadi kenyataan? wallahua'lam.Ingat pesen caknun,— PRESIDEN BAJINGAN (@yashadipura) November 20, 2018
Ttg ya'juz ma'juz dan China
Reungkan sendiri
Awas jangan salah pilih pemimpin,
"Kalo ada pemimpin yg mempersilahkan orang lain meng injak2 kepalamu, dia akan mati di tawur rakyatnya sendiri..."#PrabowoSandi@prabowo@sandiunohttps://t.co/Kqtzp22L3W pic.twitter.com/HnK38LiODg

Semoga tdk terjadi baik pada pemimpin negara maupun pemimpin umat...jayalah negeriku jayalah agamaku
ReplyDeleteTdk menginjak_injak dan tdk ada yg diinjak_injak.
ReplyDeleteHanya allah yg tau,tak usah mencap orang, lebh baik intropesi aj
ReplyDeleteJangan samakan , berserah diri dengan pasrah... Berserah diri hanya kepada Allah , itu di barengi dg usaha dan Do`a . Tetapi pasrah kepada pemerintahan yg dzolim , ya tinggal menunggu ke hancuran saja.
DeleteKalau jepang apa ngk dari dulu jajah kita kok ngk ada komen semua merek mobil dari jepang kok ngk ada yg bilang kita d jajah
DeleteMalaikat aja nunggu perintah Alloh...gak bisa meramal..
ReplyDeleteGa mutu
ReplyDeleteBlaaas.
Emang saudara tau ! Sifat malaikat dan manusia ?...dalam urusan berbangsa dan bernegara jangan bawa2 malaikat mas.. emang pemimpin negri ini malaikat ?... Perlu saudara tau !! Malaikat Ndak punya nafsu mas... Beda jauh dg kita , manusia
DeleteDari dulu diinjak² mamarika diem bae
ReplyDeleteSetuju
DeleteApa iya nginjak2..? Kan utk kasih lap kerja bg rakyat, kita butuh investasi..yg mn chinalah yg saat ini punya banyak modal utk itu.. Kl dimusuhi terus, Vietnamlah yg akan semakin berjaya merebut peluang itu..
ReplyDeleteMentalitas inferior
DeleteKemeruh alias sok tau sebagae ustad pantaang memanas manasi suasana yg sdh keruh sehrsnya mendinginkn kok mala ngompori,ra ilok
ReplyDeleteKalimat anda juga sebenarnya termasuk kalimat mengompori.
DeleteIni salahnya pola pikir rakyat bangsa ini !! Klu sudah ngefans , biarpun salah , tetap aja di bela mati2 an . Ini yg bikin negara sulit maju..
DeleteLha ini juga, kalo sudah gak suka, apapun jadi salah, butuh kejernihan sudut pandang dalam melihat segala sesuatu, yg suka jadi gak terlihat salahnya sdg yg benci, apapun tdk ada yg benar.
Deleteq sering dengerin ceramah cak nun...
Deletedan caknun jg pernah pesan; ojo manut aku, ojo ngetutno caraku lan sembarangane...
gorong mesti aku dewe bener...
manuto kanjeng nabi seng keno go panutan
Iya, klo sdh cInta biarpun doi bilang 1 + 1 = 11 pasti percya tuh, yg penting buat dia seneng.
DeleteBuah jatuh tidak jauh dari pohonnya....
ReplyDeleteCak nun pean tambah suwi tambah gak bijaksana.
ReplyDeleteWes suwe olehe edan kedanan pangkat ketoke
DeleteKali ini sy kecewa sama mbah nun.
DeleteBener..hrs nya ngademin cak
DeleteCak Nun kebanyakan ngomong
DeleteSaat kerjasama ma Korea,Jepang,Amerika,Rusia...gak ada tuh yg protes & bilang mau diperbudak mereka....giliran kerjasama ma China...muncul istilah jadi jongos di rumah sendiri,antek Aseng.....
ReplyDeleteKenapa ya???
DULU CHINA MISKIN BAHKAN LEBIH MISKIN DARI INDONESIA, TAPI DALAM 30 TAHUN NEGRI ITU BERUBAH ENJADI RAKSAKSA EKONOMI, LIHAT SAJA BARANG BARANG DI RUMAH ANDA, LIAT DI BELAKANG ATAU BAWAHNYA ATAU DUS NYA PASTI ADA TULISAN MADE IN CHINA YANG ATAU FABRIQUE AU CHINA. APA YG TIDAK DIBUAT DI CHINA DENGAN KATA LAIN APA YG CHINA TIDAK BISA BIKIN. BULAN DAN MATAHARI BUATAN JUGA SDH BISA DIBUAT SAMA CHINA. KONDISI INILAH YG TIDAK BISA DITERIMA OLEH SEBAGIAN ORANG DISINI. CHINA ITU IBARAT DULU JONGOS SEKARANG JADI BOS.. NAH BIASALAH BANYAK YG MULAI IRI DAN DENGKI...
DeleteWess...mbuh karepe opo
ReplyDeleteSaya rasa kalau SDM kita sudah mumpuni pastilah ndak akan ad orng asing ,saat ini saja generasi muda mentalnya sudah rusak gimna gak mau di perbudak ..kalau hanya sebagian yang mau belajar untuk experimen, dan meningkatkan kualitas dirinya...harus nya dari china lah kita belajar..bukanya tuntutlah ilmu sampai ke negri china..jelas kan dsana gudangnya ikmu knpa kita tidak belajar malah ngejudge..#ambilpositifbuangnegatif
ReplyDeleteTuntulah ilmu sampai ke negeri syain. Syain kui bukan china.
DeleteHahaaha.. dapure nek njeplak koyo bener2 o Dewe..
ReplyDeleteKetoro nek seng mosting panitia akhirat,
ReplyDeleteKalimat cak nun yang saya ingat sesama siswa tidak bisa memberi rapor temannya.
ReplyDeleteBen sakmunine, mumpung durung pikun..
ReplyDeleteNgomong opo to cak
ReplyDeleteYang nulis barisanya kaum cingkrang..
ReplyDeleteOtak lho yg cingkrang.. alias otak tempurung berlumut. Wkwkckk....
DeleteSemakin kesini semakin mirip biduan RRI Dengkulzul.
ReplyDeleteSemua insan manusia sama hamba Allah jadi gak usah saling olok mengolok lebih baik menata diri kita masing masing
ReplyDeleteBaik buruk hidup itu pilihan mas... Baik untuk cak nun belum tentu baik untuk sampeyan .. umpatan bahasa yg saudara ucapkan untuk cak nun . Tentu baik untuk saudara... Tapi , juga belum tentu untuk orang lain .. begitu mas Bro .
ReplyDeleteUdah, unknown diamlahlah...
ReplyDeleteSetuju cak nun
ReplyDeleteha ha ha...sing diributke gek yo opo,memang maido lweh dene gampang,tinimbang nglakoni...wes ngurusi/noto awake dwe"ae lah ben slamet.
ReplyDeleteleres cak.. pancen ngoment dapur e tonggo luweh enak tinimbang ngramut dapur e dewe..
DeleteNyan apa yg ada di pikéran manusia tentang ramalan.. mereka seoalah mengetahui hal yg ghaib..
ReplyDeleteNggak perlu dikomentari berita berita yg bersifat provokasi..ini media beritanya nggak ada yg bagus....semua berbau provokasi
ReplyDeleteOrg sekarang pada pintar2 banget ya! Pinter plesetin omongan orang, pinter provokasi supaya terjadi permusuhan, penter menghasut dan pinter mengadu domba! Hanya gara2 kalah ga terima lalu menghalalkan segala cara!!!
ReplyDeleteGa ada hubungan sama kalah menang, yang dibahas adalah RUU,serta gugurnya beberapa mahasiswa, bukan membahas pemilu. Justru anda yang malah terlihat sedang memutar balik dan mengadu domba dan menghalalkan segala cara.
DeleteKasih kepala di injak sama amerika selama 32 thn bahkn dampak sampe hari ini ga termasuk ya. Penasaran video penuhnya apa bener mbah nun bicara begitu
ReplyDeleteKalo ada pemuka agama yg menghasut maka dia akan mati klo sudah waktunya.. (mati rahasia tuhan)
ReplyDeleteAmbil sisi baiknya, tinggal di lepeh yang ga bermanfaat. Gitu aja kok repot sampyn...
ReplyDeletekita doakan saja semoga negeri ini selalu damai, tentram dan sejahtera..
ReplyDeleteWes wektune zaman kolobendu.
ReplyDeleteHarapannya semua kan baik" saja
Justru kebalek mass...
DeleteBiasakan menerima segala apapun secara utuh, akan lebih bagus lagi kalau punya kemauan untuk mencari kebenaran tsb, bagian diatas cuma "potongan" Coba cari video versi penuh(biasanya durasi sekitar 1 s/d 7 jam. Mari berfikir sehat,
ReplyDeleteDi era global kita tidak mungkin bisa menghindari pengaruh asing. Agar mampu bersaing kita tingkatkan kualitas SDM kita melalui upaya pengembangan pendidikan agar lebih berkualitas,relefan dgn tuntutan zaman dan merata di seluruh wilayah NKRI
ReplyDeleteKalo lihat komen di medsos lihatlah yg minoritas itu justru suara yg sebenarnya,karena pemerintah punya tim utk ngejawab komen yg tidak sejalan dengannya di medaos,dan perbandinganya sangat sangat timpang,contoh kasus ambulance DKI bawa batu,sekali ngetweet dengan cepat langsung viral...eeeh ternyata hoax,dengan cepat langsung di hapus,komentar dimedsos yg asli dari hati perlu waktu ttp komentar yg terstuktur secara tim datngnya langsung bertubi2 sehingga rakyat semakin yakin dan percaya thd pemerintah krn banyaknya dukungan yg luar biasa di medaos,akan tetapi trik spt ini sdh mulai banyak yg mengetauinya,jadi untuk pengguna medsos agar bijak utk memilih sesuatu kebenaran.
ReplyDelete#SayaBersamaJokowi
DeleteRiba di mana mana byk investor dari cina utk mensensarakan rakyat apakah ini oleh"dari cina rakyat iming"pinjaman dgn bunga yg besar waktu sedikit klau gk bisa mengembalikan di teror mana perlindunganmu pak jokowi utk rakyat
ReplyDeleteRiba = istRI BAnyak
DeleteSetujuuuu
ReplyDeleteUnknown gak warass kah?
ReplyDeleteApa yg di katakan cak nun benar terjadi kebetulan yg jadi presiden orang solo bukan orang cina, andai kata yg jadi orang cina mau jadi apa negara kita ini..? Simaklah baik baik apa yg di katakan caknun itu sindiran yg sangat mengena kepada lawan politik di pilpres. Orang cina lawan orang solo wkwkk
ReplyDeleteJokowi itu manut karo ulama NU cak, mogane Jokowi uripe berkah pemerintahane aman dilindungi kalian Gusti ALLAH.
ReplyDeleteGk ada yg salah dgn ucapan cak nun. Yg salah tuh yg gk bisa mencernanya. Baca baik2, tidak ada kata china, atau kelompok/golongan dr ucapan cak nun. Baca, fahami, baru simpulkan.
ReplyDelete